Total Pageviews

tuhan memang satu, kita yang tak sama

  • 0
"Aku untuk kamu, kamu untuk aku.Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama.Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi"

lagu itu nemenin saya malam hari ini buat nulis postingan kali ini.
karin : "meng islam itu kenapa pecah - pecah jadi beda-beda gitu meng? kan kalian 1 tuhan"
gue   : "mmm sama kaya lo sih. di agama lo juga pecah kan, anatra katolik sama protestan. kan tuhan kalian juga tetep sama"
karin : "ya kan tapi kita cuma kepecah 2 doang,ko kalian banyak bgt kayanya?"
gue   : "mmm ya sih,islam kepecah jadi 73 golongan dan cuma 1 doang kar yang bakal bener. gue atopun orang-orang disana juga ga tau kita itu termasuk yang 1 golongan itu apa ga, terlepas dari hal itu ya kita cuma bisa ngejalanin apa yang kita yakinin saat ini.urusan yang nilai bener ato ga nya yang berhak menurut gue cuma tuhan.selebihnya ga berhak"

*jawaban seorang siswa kelas 2 SMA yang lagi bengong merhatiin guru di kelas

kira - kira seperti itulah percakapan saya dengan teman sebangku saya waktu saya kelas 2 SMA. obrolan selingan sesaat di tengah - tengah pelajaran di kelas *loh di kelas malah ngobrol HAHAHAHA

Josephine Karina Lolyta
Karin cewe lugu yang kalo di foto dulu mingkem mulu dan semenjak saya bilang 
"kar lo cantik kalo di foto ketawa" saat itulah dia di foto jadi nyengri mulu -_-" hadeeeh..
Karin dengan pernak pernik hello kitty yang sabar banget jadi korban bully an saya hampir tiap hari, karin yang pinter yang sabar banget nget kalo ngajarin saya di kelas kalo ga ngerti, karin yang sering bawain bekel buat saya dari masakan mama nya yang selalu enak (apalagi nasi goreng ijo terinya juwaraaa). dia termasuk taat ibadahnya, *baik,pinter,manis,polos,penurut,taat ibadahnya (keren yek)

oke kita skip tentang karin, yang balik lagi tentang lagu di atas dan obrolan saya dengan karin.

tiba-tiba saya sekarang keinget hal ini dan makannya di tulis disini.
muncul pernyataan :
"orang di luar islam pun bisa menilai islam seperti itu..."

hmmm sampe saat ini saya juga masih mencari jawabannya,pertanyaan2 yang ada di otak saya saat ini,
masih belajar sampe nemu jawaban dari pertanyaan yang ada di otak saya ini.

oke memang sudah di takdirkan islam akan terpecah menjadi 73 golongan ini penjelasannya : 

tapi di otak sayaaaa...:
kenapa a , kenapa b, kenapa c, kenapa d, kenapa e, kenapa z
kanapa ga D, kenapa ga F, kenapa ga X
kenapa harus YE, kenapa harus EM, kenapa harus EL

terlepas dari itu semua..

Berikut ini beberapa etika bila menemukan beda pendapat antar kelompok:
  1. Memulai dengan "husnuzzan" (prasangka baik) terhadap sesama muslim.
  2. Menghargai pendapat kelompok lain sejauh pendapat tersebut mempunyai dalil.
  3. Tidak memaksakan kehendak bahwa kelompoknyalah yang paling benar, karena pendapat lain juga mempunyai kemungkinan benar yang seimbang, sejauh dalam diskursus syariah.
  4. Mengakui adanya perbedaan dalam masalah furu'iyah (cabang-cabang ajaran) dan tidak membesar-besarkannya.
  5. Tidak mengkafirkan orang yang telah mengucapkan "Laailaaha illallah".
  6. Mengkaji perbedaan secara ilmiyah dengan mengupas dalil-dalilnya.
  7. Tidak beranggapan bahwa kebenaran hanya satu dalam masalah-masalah furu'iyah (cabang-cabang ajaran), karena ragamnya dalil, di samping kemampuan akal yang berbeda-beda dalam menafsiri dalil-dalil tsb.
  8. Terbuka dalam menyikapi perbedaan, dengan melihat perbedaan sebagai hal yang positif dalam agama karena memperkaya khazanah dan fleksibillitas agama. Tidak cenderung menyalahkan dan menuduh sesat ajaran yang tidak kita kenal. Justru karena belum kenal, sebaiknya kita pelajari dulu latar belakang dan inti ajarannya.
*tulisan ini masih ngegantung sampe suatu saat saya bakal ketemu jawabannya dari otak saya ini, dan bakal saya share insyaAllah

Tunjukilah kami jalan yang lurus,yaitu kalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.  

No comments:

Post a Comment

Followers

Admin

My Photo
jalani kehidupan dengan usaha secara vertikal dan horizontal secara beriringan menghasilkan grafik peningkatan